Sapu dan Berewok

Puisi Normantis

sapu dan berewok

Mengingat nasihat orangtua zaman dulu
kepada anak wanitanya yang sedang nyapu:
“Nduk, nyapunya yang bersih,
kalo nggak bersih
nanti suamimu berewokan!”

Saya yang berewokan ini jadi berpikir:
apakah saya berewokan karena istri saya dulu nyapu lantainya nggak bersih,
atau istri saya nggak bersih saat menyapu lalu mendapatkan saya sebagai suaminya?

Istri saya bilang sambil mesam-mesem :
“Aku memang sengaja nggak bersih nyapunya,
biar mendapatkan kamu, Mas.”

Malam-malam saya kerok berewok saya sampai tandus.
Pagi-pagi saya bilang ke istri saya:
“Sekarang nyapunya yang bersih ya.
Ini rumah jadi kotor melulu gara-gara kamu nyapunya nggak bersih.”

(Bekasi, 11 Juni 2013)
Norman Adi Satria

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s