Sandal Jepit

Puisi Normantis

sandal jepit

Sandal yang paling jepit itu
akhirnya putus juga.
Mungkin benar kata Emak:
sandal itu seperti hubungan pacaran
pasti putus
tak peduli karena menikah
atau berpisah.

Aku gali tanah di pekarangan
hendak menguburkan
sandal jepit kesayangan,
ternyata itu sebuah kuburan
tempat bersemayam kisah cinta
yang silam terlupakan,
aku kubur mereka berduaan.

Dadah sandal
jepitmu abadi,
dadah cinta
engkau telah terganti.

(Bekasi, 28 Mei 2013)
Norman Adi Satria

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s