Pengamen Tua dan Lagu

Puisi Normantis

pengamen tua

Seorang pengamen tua
menyanyi dari rumah ke rumah.
Aku melihatnya di ujung jalan
menyanyi lagu rohani Islam;
di sebelah rumah
dia menyanyi lagu Hindu,
kemudian Buddha;
sampai di rumahku
dia menyanyi lagu Kristen;
semua lagunya tentang kasih
yang membawa damai.

Aku memberinya beberapa lembar uang
dan bertanya mengapa ia
menguasai semua lagu rohani
dari berbagai agama.

Dia menjawab:
“Tiada satupun lagu yang beragama,
tiap lagu adalah universal,
seperti Tuhan sendiri yang bukan hak milik agama tertentu.
Namun sebagai penyanyi saya harus sadar bahwa tidak ada satupun pendengar
yang sepemikiran dengan saya.
Dan saya menyanyi menyesuaikan lagu
dengan tiap tanda agama yang ada di rumah-rumah.
Namun semuanya tentang kasih,
sesuatu yang universal seperti lagu dan Tuhan.”

Saya termenung,
dan tak sadar dia telah menghilang;
saya mendengarnya menyanyi lagu rohani Atheis
di ujung jalan sana.

(Bekasi, 5 Mei 2013)
Norman Adi Satria

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s