PANAS, API, AIR, PUING, DAN KERING

Puisi Normantis

kebakaran

Dalam peristiwa kebakaran hebat itu, Api terlibat pertengkaran dengan Panas.
“Kau tercipta karena adanya aku!” masing-masing berkata kepada yang lainnya.
Lalu mereka bergulat, hingga terus membakar segala yang ada di sekitarnya.
Api semakin membesar, Panas semakin memanas,
sebelum akhirnya Pasukan Pemadam datang menyiramkan Air.

Beberapa waktu kemudian hanya tersisa Puing dan Air.
Air menangis lagi.
Ia bercerita kepada Puing: “Aku telah lama mencintai Api, namun selalu saja dia pergi menghilang saat aku datang, ia hanya meninggalkan Panasnya yang telah hangat.”
Puing dengan gugup berkata: “Telah lama juga aku mencintaimu, Air. Maukah kau kucumbu sebelum kau pergi, sebelum Kering istriku datang?”

(Bekasi, 29 April 2013)
Norman Adi Satria

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s