Kontaminasi Pada Anak

Puisi Normantis

Kontaminasi Pada Anak

Saya tertegun mendengar dialog lima bocah cilik yang sedang bermain drama ibu rumahtangga di sebuah gang lingkungan saya.

Sebut saja:
Budi (8 tahun) – berperan jadi dokter,
Melati (6 tahun) menggendong boneka bayi,
Mawar (7 tahun) menggendong boneka panda,
Romi (3 tahun) sebagai anak Tuti, dan
Tuti (7 tahun) sebagai ibu Romi.

Tuti: Dokter Budi, anak saya sakit.
Budi: Sakit apa, Bu?
Tuti: Kalo gue tau, gue beli obat di warung. Bego lu, Dok!
Budi: Sini saya periksa. (Memegang kening Romi)
Tuti: Kira-kira sakit apaan ya, Dok?
Budi: Yang sabar ya, Bu. Anak ini sakit parah. Hidupnya paling cuma seminggu lagi.
Tuti: Masya Alloh.. (Pura-pura menangis.)

Tuti menghampiri Mawar dan Melati yang sedang menyuapi bayi masing-masing.
Melati: Bu Tuti kok nangis?
Mawar: Ada apaan, Bu?
Tuti: Anak gue diponis dokter katanya bentaran lagi mati. Nyawanya tinggal seminggu.
Melati: Masya Alloh, yang sabar, Bu..
Mawar: Halah, kaga usah dengerin tu dokter

View original post 95 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s